Allure Batik di Bisnis Vivanews.com (APAI 2009)

http://bisnis.vivanews.com :

Rabu, 16 Desember 2009, 08:12 WIB.   
 

VIVAnews - Sebanyak 12 produk nasional  menerima  penghargaan Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI) tahun 2009. Rencananya, penerima anugerah tersebut akan difasilitasi mengikuti Asean Business Advisory Council (ABAC) Award 2009.

Untuk diketahui, penghargaan dari Harian Ekonomi Bisnis Indonesia tersebut diberikan untuk perusahaan yang memiliki komoditas perdagangan unggulan yang merupakan indigenous product Indonesia yang dianggap turut memajukan industri nasional dan menambah kebanggan bangsa.

"Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar untuk produk-produk dari luar negeri, apalagi untuk produk yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," ujar Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam sambutannya di acara Pemberian Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI)
2009 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 15 Desember 2009.

 

Sebagai catatan, perusahaan yang menjadi peserta dalam ajang ini merupakan produsen barang ataupun jasa yang dijaring melalui registrasi terbuka dan diseleksi oleh juri Independen.

Juri dalam ajang APAI yang keempat kalinya ini di antaranya Ketua Badan Standarisasi Nasional Bambang Setiadi, Pengamat Hak Kekayaan Intelektual Insan Budi Maulana, serta Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Julius Aslan.

 

Para penerima APAI 2009 yang dibagi ke dalam 12 kategori tersebut  adalah:
1. Hotel : Hotel Santika  produk jasa dari  PT Grahawita Santika
2. Sarana rekreasi : Taman Impian Jaya Ancol (PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk)
3. Industri penunjang otomotif: PT Gajah Tunggal Tbk
4. Industri pakaian jadi batik: Allure (Allure Batik)
5. Industri pakaian jadi nonbatik: Hammer (PT Warna Mardhika)
6. Makanan/minuman: Slimming Tea (PT Mustika Ratu Tbk)
7. Industri perangkat lunak: Rhapsody (PT Realta Chakradarna)
8. Sarana Produksi pertanian organik: Pupuk Urea (PT Puuuk Kaltim)
9. Sarana pertanian nonorganik: Pupuk Petroganik (Pt Petrokimia Gresik)
10. Industri sarana perumahan bahan bangunan: Essenza (PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk)
11. Industri sarana perumahaan konstruksi bangunan: Spider construction (PT KAtayama Suryabumi)
12. Makanan/minuman ringan: Kacang Garuda (PT GAuda Food Putra Putri Jaya).

Menurut Mustafa, satu-satunya cara agar Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan terhadap produk luar negeri adalah dengan mengembangkan produk lokal. Apalagi ditengah kondisi di mana persaingan usaha makin terbuka dan bersifat global.

Ditambahkannya, era pasar global merupakan suatu kondisi yang tidak bisa ditolak Indonesia. Namun dirinya yakin mampu bersaing dengan negara asing mengingat kemampuan dan sumber daya yang mendukung.

Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan tekad dan kebijakan yang kuat serta konsisten dalam melaksanakannya.

antique.putra@vivanews.com